Blind Trip ke Pantai Papuma Jember Yang Menyenangkan

Blind Trip ke Pantai Papuma Jember berawal dari keisengan buat ngetrip santai, dan atas ide teman kami memilih ke pantai Papuma Jember. Setelah sepakat buat ngetrip maka kami pun berburu tiket kereta SBY - JBR.

Blind Trip ini mungkin tepatnya disebut nekat traveller, karena dari kami berempat yang pernah kesana hanya satu orang dan itu dengan jasa open trip, sedangkan sekarang dengan modal angkutan umum. Dan tiba waktunya untuk berangkat ke jember, saat itu kami pun bangun subuh untuk mengejar kereta api ke jember dari stasiun gubeng baru. Perjalanan ke jember di tempuh kurang lebih 6 jam dengan kereta api. Sesampi di jember kami mencoba untuk mencari angkutan dari stasiun langsung ke papuma tetapi ternyata tidak ada dan harus nyambung. 
Sambil mencari angkutan kami mencoba untuk berjalan keluar dari stasiun, akhirnya kami ketemu angkutan umum. Setelah nego sang sopir bersedia mengantarkan kami ke Terminal ambulu, tetapi di perjalanan kami dia minta untuk mengantarkan kami langsung ke papuma, tetapi karena harga yang di tawarkan terlalu tinggi buat kami akhirnya kami menolak. Setelah itu sang sopir pun di tengah jalan mencarikan angkutan ke ambulu. Akhirnya kami ganti angkutan, ternyata sopir kedua juga mau mengantarkan kami langsung ke papuma. Karena harga yang di tawarkan bagi kami sudah cocok, kami pun sepakat untuk di antarkan langsung ke papuma, sekalian untuk balik  besoknya minta di jemput.


Sesampai di Pantai Pamuma kami langsung mencari penginapan, setelah ketemu pengelola, harga paling murah yang di tawarkan adalah 400rb per kamar, dan satu kamar hanya boleh di isi 2 orang, harga yang cukup mahal bagi kami. Pilihan lain adalah menyewa tenda yang ada sama pengelola juga, tetapi karena beda tempat penyewaan, maka kami memutuskan untuk mencari makan. Warung yang kami cari adalah Rumah Makan Bu Umi, warung Bu Umi ini adalah rekomendasi mas Happy yang merupakan penduduk sekitar papuma, kami ketemu pas bareng naik angkutan dari jember ke papuma, dari dialah kami mencari informasi sekitar pantai Papuma.

Setelah ketemu warung bu Umi, kami langsung memesan ikan bakar untuk makan siang. Sambil menunggu ikan bakar siap, kami kembali mengecek penyewaan tenda, ternyata tenda yang di sewakan tidak bisa di pindah ke tempat yang kami inginkan. Akhir kami pun bingung mau tidur dimana. Setelah  itu kami memilih memasang hammock sambil menikmati angin pantai dan pemandangan yang indah. Dan yang di nanti pun tiba, ikan bakar bu Umi da siap untuk di santap. tanpa aba" kami langsung menghabiskan makanan dalam sekejap, karena kami emang super dalam makan..... 




Selesai makan kami kembali ke hammock sambil memesan es degan dari warung bu umi. Mengingat kami belum dapat tempat tidur, kami mencoba untuk bertanya ke bu Umi untuk ngemper di warung mereka malam nti, dan mereka pun memperbolehkan untuk ngemper. Hari sudah sore, kami pun menitipkan barang sambil memesan ikan bakar lagi untuk makan malam. Kemudian kami ke pantai untuk main air. Sudah puas main air, perut pun mulai lapar lagi, maka kami pun pulang ke warung bu umi, dan ternyata toilet umum sudah tutup, lalu anak bu umi yang menjaga warung dengan baik hasil menyalakan pompa untuk kami mandi di warungnya. Selesai mandi kami pun makan kemudian ngobrol  dan memasang flysheet untuk menahan angin laut untuk kami tidur. Malam itu angin pantai cukup kencang dan dingin sehingga tidur pun seadanya.

Pagi hari kami terbangun untuk melihat sunrise di bukit, dengan sedikit perjuangan kami pun sampai di puncak bukit. Walaupun saat itu sunrise kurang begitu bagus, kami tetap menikmati momen" kebersamaan kami sampi benar" terang. Dari sini kami banyak menghabiskan waktu untuk mengambil gambar. Sayangnya ada beberapa pemuda yang lagi minum miras sehingga agak merusak suasana sehingga kami pergi darisana.



Siang harinya kami kembali memesan ikan bakar bu umi untuk makan siang sambil mengunggu jemputan balik ke jember. Setelah cukup lama menunggu angkutan pun datang, tetapi tidak langsung ke pantai, hanya sang sopir yang menjemput karena angkutannya sudah cukup tua sehingga ditinggal di atas bukit sebelum penurunan ke pantai, alhasil kami harus treking dari pantai ke bukit, cukup dekat tapi melelahkan..... 

No comments